Hy guys ...
Saya mau sharing pengalaman selama mengawas ujian kemaren ini ...
Fenomena yang ga asing lagi kita temukan adalah banyaknya peserta didik ... (auto mikir 😏)
Yup mencontek !!!
Agenda wajib dimana guru yang mengawas akan ngomel-ngomel dan ngasih wajengan di saat anak-anak didik lagi ngerjain ujian mereka. Bagai malam tak berbintang, sepertinya kalau belum menemui hal yang satu ini, belum nyebur dalam dunia sekolah kayaknya ya kan bukibuk/pakbapak guru 😆
Menyontek udah jadi masalah mainstream dalam dunia pendidikan dari zamannya nobita masih esede sampai ga pernah naik-naik kelas ya kan... (emang pernah liat si nobita terima rapor 😁 hehe) balik ke topik ...
Sebelumnya, kita kenali dulu defenisi mencontek ya...
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Pustaka Pheonix, 2009), menyontek berasal dari kata sontek yang berarti melanggar, menocoh, menggocoh yang artinya mengutip tulisan, dan lain sebagainya sebagaimana aslinya, menjiplak.
Nah, sebagai warga negara yang baik dan sangat memahami bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia, ... udah sangat jelas disinikan bahwa menyontek ini ga baik pemirsah ...
Sebenarnya apa sih yang menyebabkan peserta didik terdorong untuk melakukan perbuatan ini, Agustin (2014) menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan peserta didik menyontek pada saat ujian. Faktor-faktor penyebab menyontek adalah:
- Tekanan yang terlalu besar yang diberikan kepada “hasil studi” berupa angka dan nilai yang diperoleh peserta didik dalam tes formatif atau sumatif.
- Pendidikan moral, baik di rumah maupun di sekolah kurang diterapkan dalam kehidupan peserta didik.
- Sikap malas yang tertanam dalam diri peserta didik sehingga ketinggalan dalam menguasai mata pelajaran dan kurang bertanggung jawab.
- Anak remaja sering menyontek daripada anak SD, karena masa remaja bagi mereka penting sekali memiliki banyak teman dan populer di kalangan teman-teman sekelasnya.
- Kurang mengerti arti dari pendidikan.
Perilaku menyontek ini akan mengakibatkan perilaku atau watak tidak percaya diri, tidak disiplin, tidak bertanggung jawab, tidak mau membaca buku pelajaran tetapi rajin membuat catatan kecil-kecil untuk bahan menyontek, menghalalkan segala macam cara, bahkan hal fatalnya dapat bermuara pada perilaku "korupsi" kecil-kecilan 😔 Miriskan
Tapi, saya menawarkan beberapa solusi agar kita bisa terhindar dari yang namanya nyonte, lets check this out :
1. Perhatikan saat Guru/Dosen Menjelaskan
Ketidakpahaman seseorang bisa berawal dari tidak adanya perhatian pada apa
yang disampaikan oleh guru/dosen yang mengakibatkan seseorang harus
ekstra dalam belajar. Begitupun sebaliknya, seseorang tidak memerlukan
belajar yang keras jika bisa memperhatikan dan memahami apa yang
disampaikan oleh guru/dosen.
Oleh karena itu, meskipun ngantuk, laper,
gak fokus, ataupun haus di kelas, tetaplah berusaha untuk menangkap apa
yang disampaikan orang yang di depan kalian. Kalau bisa lakuin apa kek
agar kalian bisa tetep on sama apa yang disampaikan orang di depan.
Banyak orang yang merasa terbebani ketika belajar karena sebagian dari mereka melakukan teknik menghafal, bukan memahami. Padahal, tidak semua soal sama dengan apa yang mereka hafal. Akibatnya, ketika disuguhkan dengan soal yang sama tetapi kalimat yang berbeda mereka jadi bingung karena mereka menghafal bukan memahami.
3. Pelajari Materi yang Belum Dipahami
Nah, saat mau ujian fokus aja sama materi yang belum dipahami. Materi yang udah paham cukup kalian baca sekilas aja biar gak menyita banyak waktu. Terus ulang-ulang materi yang belum kalian pahami, kalau perlu cari orang untuk menjelaskannya sama kalian.
4. Percaya Diri
Akibat dari nyontek itu adalah karena ia gak percaya diri. Kalau kalian percaya diri, dijamin gak akan tuh ngelakuin yang namanya 'niron' alias nyontek. Kita itu hebat, kita itu udah belajar masa gak percaya sama kemampuan sendiri?
5. Jangan Terlalu Menuntut Diri
Tidak harus sempurna, agar tidak kecewa. Nah, ini nih kenapa orang suka nyontek. Karena mereka pengen nilai bagus. Gak harus lah. Apa untungnya nilai bagus tapi hasil curang. Kepuasan orang nyontek dengan nilai bagus akan berbeda dengan orang yang nilainya rata-rata tapi gak nyontek. Bakal lebih seneng yang rata-rata tapi gak nyontek lah. Tapi kalau bisa nilai bagus dan GAK NYONTEK doooong, ya kan ...
6. Berdoa dan Tawakkal
Sebelum ujian dimulai, berdoa terlebih dahulu dan berserah kepada Allah. Berdoa agar dimudahkan dan mendapat hasil terbaik, juga tawakkal dengan apa hasilnya nanti.
Nah, setelah mengimplementasikan enam solusi tadi, dijamin berapapun nilai kalian pasti kalian bakal puas dan bersyukur. Gak pake iri, gak pake sombong, dan gak pake jurus angsa. Leher tetap aman, sehat dan terjaga. :)
Nah, buat para aktivis mencontek, bertaubatlah karena sudah mendzolimi teman kalian dan diri sendiri.
Gak ada untungnya banget kalau membiasakan mencontek, karena pas udah gak bernyawa nanti ketika ditanya man robbuka sama malaikat, kalian gak bisa nyontek jawabannya dari oranglain. Jadi percuma aja kan kalian latihan nyontek dari sekarang
Itu beberapa tipsnya, adakah cara lainnya versi kalian?😀
NB : Kalo ada di antara kamu yang mau ngobrol samasaya tentang topik kali ini, langsung aja tinggalin comment di bawah artikel ini ya
Ini termasuk pembentukan karakter dasar tauhid juga ya kak, dengan menekankan pada anak bahwa Tuhan mengetahui setiap perbuatan menyontek walaupun guru atau pengawas tidak mengetahuinya.
BalasHapusTipsnya sangat membantu. Terima kasih, Kak.
Ini termasuk pembentukan karakter dasar tauhid juga ya kak, dengan menekankan pada anak bahwa Tuhan mengetahui setiap perbuatan menyontek walaupun guru atau pengawas tidak mengetahuinya.
BalasHapusTipsnya sangat membantu. Terima kasih, Kak.
Iya mba... Kebanyakan siswa sebenarnya sangat menyadari kalau perbuatan itu ga baik, tapi mereka tetap aja menghalalkan segala cara agar nilainya bagus, perlu banyak pembenahan sih mba... Mudah-mudahan beberapa tips nya dapat membantu, terimakasih komennya mba 🙏😊😊
Hapus